Awalnya…

Beginilah bentuk awal GunaGoni. Sederhana saja. Kantong bertali. Kurang lebih 4 tahun umur tas yang ada di foto ini. 

Advertisements

Yakin kuat!

Menggeluti goni ada saatnya menghadapi tantangan. Bahan yang tebal dan keras cirikhas goni salah satu contohnya.

Mesin jahit perlu yang berdaya cukup besar. Jarum dan benang pun ukuran besar. 

Bukan berarti jika sudah berdaya besar semua tinggal hajar!!

Tetap saja perlu sabar dan perlahan. Yakin kuat dan kalau perlu dijahit berulang!

Salam GunaGoni..

Memberi Rasa dan Asa

Setiap berkarya saya menyisipkan rasa dan asa. Contohnya tas mungil ini. Ketika menjahitnya, di hati ini juga menjahitkan rasa senang, sayang, awet juga bangga padanya. Asa yang saya jahitkan, berharap bagi yang mengadopsinya ada rasa senang sayang yang awet juga bangga bersama tas mungil ini.

Kenapa perlu memberi rasa dan asa itu? Karena goni bekas sebagai bahan baku Gunagoni perlu diberi energi lagi. Karena goni bekas akan berperan lagi…

Saya sebagai penjahit, rasa dan asa adalah energi mencipta dan kehadiran…tanpa itu saya tidak melakukan apa-apa dan tidak hadir! 

Salam GunaGoni

Kerajinan tangan kenapa tidak standar?

Kerajinan tangan kebanyakan dikerjakan secara manual tangan.

Mungkin tidak standar pabrik. Tidak bisa dalam jumlah besar dan persis seragam. Kualitas maupun bentuk.

Tidak berarti kerajinan tangan tak berkualitas. Justru kerap dikerjakan dengan bahan pilihan dan pengerjaan yang detil. Kadang disisipi sentuhan personal. Tidak standar dan massal!

Karena kerajinan tangan bukan karya yang standar-standar saja.

Pilihan tetap ada di tangan Anda…

Apa adanya

Ya! Gunagoni tidak menggunakan lapisan di dalamnya. Apa adanya saja. Goni bekas pakai yang digunakan kembali. Guna goni!

Perlu tekad yang bulat untuk mempertahankan sikap apa adanya. Walaupun saya tidak tahu pasti bentuknya tekad itu bulat, kotak, atau mungkin tidak beraturan…