Di ArtJog 2018 GunaGoni ikut Merchandise Project

Dua foto produk GunaGoni di atas lolos seleksi merchandise project ArtJog 2018.

Informasi pendaftaran didapat atas kebaikan hati Sinta Carolina dan Pulung Fajar pemilik Bul Bul GiftShop yang sudah kerap pameran.

Informasi tidak akan menyebar tanpa disebarkan. Mendapatkan informasi pun tidak akan mudah ditemui jika tanpa mencari tahu. Terlebih lagi hati yang lapang yang berbesar hati melihat orang lain ikut maju, itu juga penting!

Ayo kita maju bersama!

Advertisements

Selagi masih ada mentari

Kucoba untuk tetap tekuni.

Meskipun sudah jelang empat tahun menekuni seluk beluk serat goni bekas, kadang masih menemui hal baru untuk saya. Apalagi penjahit amatiran seperti saya.

Contohnya hari ini, menjahit berulang pada pinggiran goni yang dilipat, hasilnya membuat kokoh. Singkatnya membentuk body. Menjadikannya kokoh berdiri. Asalkan goni yang dipakai dua lapis.

Tanpa perlu diisi bahan kaku lain untuk membuatnya kokoh, dan berisi!

Topi koboi topi gembala?

Topi koboi. Topinya gembala ala Amerika! Kalau “diIndonesiakan” jadi topi gembala mungkin terdengar lucu ya?

Gembala Indonesia jarang pakai topi meski panas terik. Mungkin jika ada mereka pakai caping pak tani plus seruling bambu. Tapi itu hanya ada di buku cerita lawas.

Sepertinya semakin jarang untuk bisa melihat sosok gembala Indonesia sekarang…

Topi goni

Goni yang tadinya untuk wadah hasil bumi, setelahnya paling-paling menjadi keset.

GunaGoni menjadikannya tutup kepala alias topi. Mungkin jadi gatal di pikiran. 

Topi GunaGoni melapisi bagian dalam topi dengan kain blacu. Biar adem dan gatal perasaan tidak dirasa. Karena gatal tinggal di pikiran tidak dalam kenyataannya.